Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang
Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Kelurahan Sendangguwo Semarang menjadi pilihan Andy SW untuk menggelar pentas teater dan peluncuran buku puisi ” ENERGI BANGUN PAGI BAHAGIA”. Tepat tanggal 1 Mei 2017 pukul 19:30 dengan grup marawis pemuda-pemudi sebagai pembuka acara. Keterlibatan karangtaruna Sendangguwo dan juga teater EMKA serta seniman Semarang, Agung Hima sebagai bintang tamu dalam pementasan.

Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Penampilan Grup Marawis – Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Penonton dari elemen masyarakat dari anak- anak sampai bapak-bapak bahkan ibu-ibu dan perangkat kelurahan menjadi perpaduan yang apik. Bahkan siang pukul 09:00 sebelum pementasan, telah diadakan workshop untuk mengenalkan lebih dalam teater ke masyarakat.

Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Sambutan Pak Lurah – Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Pementasan yang berlangsung kurang lebih dua jam, menyadarkan kepada masyarakat untuk tidak melupakan peristiwa sejarah. Dimulai awal zaman orde baru yaitu pemerintahan Presiden Soeharto yang menanamkan rasa cinta dan bangga pada negara.

Bob, Frank dan Bas nama tokoh dalam pementasan yang hidup di jalanan tidak tahu bagaimana cara mencintai bangsa Indonesia. Sebab yang mereka tahu hanyalah bertahan hidup. Peristiwa demi peristiwa bergulir sampai era reformasi lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan. Peristiwa itu dimanfaatkan oleh mereka untuk berjualan slayer pada mahasiswa yang berdemonstrasi. Keutuhan cerita dengan puisi-puisi indah, banyolan-banyolan kecil membius penonton pada ruang imaginatif. Perjuangan itu simple hanya mewujudkan harapan di dalam cita-cita seperti bangun pagi dengan bahagia.

Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Kolaborasi Puisi – Energi Bangun Pagi Bahagia di Sendangguwo Semarang

Lupa! Seperti virus halus melumpuhkan sendi – sendi lantangnya towa perjuangan. Berapa kasus yang tumpang tindih menjejal di otak. Lapindo menguap begitu saja. Apa kabar reformasi? Sudah cukup sampai waktu ini ? Atau kau judul kambing hitam kepentingan kekuasaan saja. Hari ini adalah sejarah di masa depan, torehkan sejarahmu terlebih untuk harum negerimu. Lakukan perubahan walau sejengkal tidak terbatas darimana latar kehidupanmu. Masa depan diawali dari apa yang kamu lakukan saat ini.

Salam Tukang Info

Tentang InfoAdmin

Tukang Info, Indonesia First Map Directory