Hari Hak Asasi Manusia: Make Freedom With Humanism

Hari Hak Asasi Manusia: Make Freedom With Humanism
Hari Hak Asasi Manusia: Make Freedom With Humanism

Hari Hak Asasi Manusia: Make Freedom With Humanism

Hak asasi manusia merupakan hak mendasar bagi tiap manusia dan melekat sejak dia lahir yang tidak bisa dicabut dan dibagi. HAM memiliki banyak jenis, diantaranya hak asasi pribadi, hak asasi politik, hak asasi hukum, hak asasi ekonomi, dll.

Memperingati Hari Hak Asasi Manusia, bagi bangsa Indonesia seperti membuka luka lama atas peristiwa-peristiwa pelanggaran bertameng HAM. Contohnya tragedi G30 S PKI, PETRUS, SEMANGGI yang termasuk kasus pelanggaran HAM berat. Yang perlu kita pahami bahwa memimpin sebuah negara bukanlah hal yang mudah. Didalamnya terdapat sistem yang kompleks. Untuk mengatasinya perlu kepiawaian dan kebijaksanaan seorang pemimpin agar tidak ada yang dirugikan. Maka dari itu perlu kita pahami bahwa seorang pemimpin dalam mengambil keputusan pastilah memikirkan kepentingan negaranya. Kadang keputusan pemerintah yang dikira tidak tepat, ternyata justru baik untuk negara nantinya.

Sebagai pemegang mutlak HAM, kita harus bijak dalam berasasi, bukan serta merta menyalahgunakannya untuk kepentingan tertentu. Apalagi sampai memecah belah kesatuan NKRI. Padahal tanggung jawab kita untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hak yang kita punya semestinya bersanding pada kewajiban yang harus kita jalani. Contohnya hak untuk memeluk agama, bersanding dengan kewajiban menjalankan ajaran agama yang diyakini. Hal Ini berlaku juga dalam hak politik , sosial budaya, hukum,dll. Sehingga menjadikan mental kita bertanggung jawab atas apa yang kita tentukan tanpa ada keterpaksaan.

Kebebasan yang Infonesia dapatkan sudah mendapat wadahnya sendiri yang mana telah diatur dalam undang-undang 1945. Hak warga negara untuk bebas berpendapat dapat dituangkan dalam sistem Demokrasi melalui musyawarah untuk mufakat. Dengan difasilitasinya hal tersebut, justru sebagian kelompok menggunakan untuk berdemonstrasi bahkan anarki hanya untuk memperjuangkan kepentingan suatu kelompok saja, yang malah berakibat memicu perpecahan, menggangu hak asasi manusia lainnya, bahkan menggangu stabilitas negara. Seharusnya pengumpulan massa yang begitu banyaknya dialokasikan untuk hal-hal yang berpengaruh pada dampak kehidupan orang banyak. Seperti program kelestarian lingkungan antara masyarakat bekerjasama dengan lembaga pemerintah PERHUTANI untuk menggalakkan penanaman pohon pada hutan-hutan gundul. Sehingga masyarakat tidak hanya menjadi control of country tetapi juga berpartisipasi aktif dalam mensukseskan program pemerintah.

HAM bukanlah sebagai alat tipu muslihat, melainkan mengajari kita bagaimana bertoleransi dan saling menghargai dalam perbedaan. Karena yang harus kita sadari tiap latarbelakang individu tidaklah sama. Keberadaan HAM adalah sebuah manifestasi kekuatan yang amat besar bagi setiap manusia, untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, pengertian, dan rasa menghargai antar sesama pemeluk HAM. Sehingga kesemuanya dapat bersinergi membentuk persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Selamat Hari Hak Asasi Manusia

Make Freedom With Humanism

Salam Tukang Info

Tentang InfoAdmin

Tukang Info, Indonesia First Map Directory